Breaking News

Bumdes Desa Cidugaleun Perlu di Pertanyakan, Ada apa Dengan Dirutnya?

Cigalontang ] Kab.Tasikmalaya - Qjabar.com

Dalam pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bertujuan sebagai lokomotif pembangunan ekonomi lokal tingkat desa yang didasari oleh kebutuhan, potensi, kapasitas desa, dan penyertaan modal dari pemerintah desa dalam bentuk pembiayaan dan kekayaan desa dengan tujuan akhirnya adalah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa itu sendiri.

Dasar dari pembentukan Bumdes sebagai lokomotif pembangunan di desa lebih dilatarbelakangi pada prakarsa pemerintah dan masyarakat desa dengan berdasarkan pada prinsip kooperatif, partisipatif, dan emansipatif dari masyarakat desa sesuai Permendes No 3 pasal 1 ayat 3 tahun 2017 yang harus dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada.

Beda halnya dengan bumdes cidugaleun desa cidugaleun kecamatan cigalontang kabupaten tasikmalaya yang terkesan kurang transparan dan diduga adanya penyelewengan dana bumdes oleh pihak dirut bumdes. Hal tersebut terbukti dengan tidak adanya laporan sama sekali dari pihak dirut bumdes kepada pihak pemerintah desa selama kurun waktu 7 bulan.

Saat tim Q Jabar.com konfirmasi terhadap salah seorang staf DESA bernama Wahyu dirinya membenarkan bahwa pihak pengelola (dirut) bumdes cidugaleun tidak pernah ada pelaporan apapun terkait pengeluaran atau pemasukan bumdes tersebut selama 7 bulan ini.

" Yang saya tahu bumdes cidugaleun itu ada beberapa kegiatan yaitu penyewaan panggung atau alat-alat pesta, pipanisasi (sarana air bersih) serta peternakan ayam petelur namun sampai saat ini kurang lebih satu tahun saya atau pihak pemerintah desa tidak pernah menerima pelaporan apapun minimalnya passive income untuk bumdes dan desa sendiri" ungkap wahyu.

Sementara di tempat terpisah Deni yang mengatasnamakan perwakilan dari Aliansi Masyarakat Peduli Cidugaleun (AMPECI) menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui akan adanya BUMDes di desa cidugaleun karena cuma sebatas dengar saja akan tetapi wujud kantor serta kepengurusannya tidak jelas. Jelasnya

"bumdes yang saya tahu hanya sarana air bersih saja yang sudah dirasakan manfaatnya sama saya sendiri termasuk masyarakat lainnya yang selalu iuran untuk pemeliharaan serta biaya listriknya sebesar Rp. 10.000 - Rp. 20.000 dan untuk yang lainnya saya tidak tahu keberadaannya karena kantor bumdesnya saja tidak berwujud " ungkap Deni

Saat dikonfirmasi di kediamannya ibu Elis selaku direktur utama (dirut) bumdes cidugaleun membenarkan bahwasannya dirinya selama 7 bulan ini memang belum melakukan pelaporan kepada pihak pemerintah desa karena minimnya respon dari pihak pemerintah desa tersebut. Jelasnya

Masih menurut Elis bahwa untuk tahun 2017 dirinya mendapat suntikan anggaran dari pihak pemerintah desa sebesar 100 juta untuk membuat kandang  ayam petelur serta perlengkapannya dan di tahun 2018 sebesar 50 juta,

Elis juga menambahkan kalau dirinya sudah rugi atau rogoh uang pribadi sebesar 20 juta untuk membeli pakan ayam petelur. Imbuhnya.

Jurnalis. (UJE)

Tidak ada komentar