Breaking News

Satgas Citarum Harum   Sektor  VII Panggil  24  Pengusaha Pabrik Terkait Luapan Limbah

Kab Bandung - Qjabar.com

Satgas Citarum Sektor VII  memanggil  24 pengusaha pabrik yang jadi mitra PT MCAB.
Pemanggilan tersebut terkait dampak terjadinya banjir limbah  di area IPAL yang dikelola  PT Mitra Citarum Air Biru (MCAB) Jalan Cisirung, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Genangan air limbah di area PT MCAB tersebut , imbas dari  penutupan saluran limbah liar di sungai Cisuminta oleh Satgas Citarum Harum Sektor VII pada 5 September 2019 .
Dengan adanya Penutupan saluran limbah liar (perusahaan nakal) beberapa perusahaan yang  tidak bersalah, justru kena imbas dari luapan aliran sungai Cisuminta.

Komandan Sektor 07 Satgas Citarum Harum Kolonel Kavaleri Purwadi mengatakan, pihaknya sudah ada bahasan  dengan kementrian terkait bahwa, penutupan aliran sungai Cisuminta ternyata kurang efektif. Dengan adanya penutupan tersebut, malah ada beberapa perusahaan yang  tidak melakukan kesalahan terkena  dampak," ujarKolonel Purwadi di lokasi  PT. Naga Sakti, Cisirung jumat (13/92019).
Kolonel Purwadi menambahkan, yang  paling parah dampak dari penutupan air limbah liar itu salah satunya,  PT. MCAB saat ini terendam luapan air sungai Cisuminta. “Sehingga kami,  memanggil pihak perusahaan untuk  berdiskusi dengan mereka.

"Kami, akan buka coran dari aliran sungai Cisuminta yang dekat dengan MCAB.
Pihaknya juga,  akan melakukan penutupan sebelum mengalir ke aliran sungai Cisuminta, saluran air tersebut  akan di arahkan ke sungai Citepus. Selanjutnya, akan diselidiki siapa yang membuang air limbah itu," tambahmya.

Lebih jauh  Kolonel Purwadi memaparkan , pihaknya akan selalu  koordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan pihak - pihak lainnya.

"Bila ditemukan salah satu perusahaan terindikasi membuang limbah secara liar. "Maka kami,  akan tindak lanjuti hingga ke ranah pidana," papar Komandan Sektor  07 Satgas Citarum Harum itu.

Sementara menurut  Direktur MCAB Lucky Tjandradinata mengatakan, dirinya sudah mencatat sedikitnya ada tujuh perusahaan mitra dari MCAB yang terlewati aliran sungai Cisuminta itu.

Saat ditanya siapa saja yang membuang limbah liar itu yang  kemarin tertangkap?
Menurutnya, hingga saat ini pihak kami tidak mengetahuinya,"katanya.

Menghadapi kondisi seperti ini menurutnya, sangat dilematis, mitranya banyak memperoleh keluhan terkait penutupan tersebut.
"Kami  tidak menyalahkan Satgas Citarum.
"Justru kami, mendorong dan mendukung program Citarum Harum ini," tuturLucky .

Lucky juga  melanjutkan, patroli yang dilakukan Satgas Citarum  sejak  25 Agustus hingga 4 September 2019 lalu. Membuat dampak yang positif,  karena saat ini  PH air sudah menurut sekira  11 PH .Mungkin ini berkat Satgas Citarum Harum telah menjalankan tugas fungsinya dengan baik,” pungkas yang disapa Aan itu.

Jurnalis.(Uden)

Tidak ada komentar