Breaking News

Hebat, SMK DPI Tasikmalaya Resmikan Kerjasama dengan Okoyama Institute of Language Jepang

Kota Tasikmalaya - Qjabar.com

Dalam rangka peningkatan mutu dan pemahaman global bagi pelajar,
Okoyama Institute of Language Jepang melalui Sentra Global Edukasi (SGE) Indonesia bekerjasama dengan SMK Duta Pratama Indonesia  Kota Tasikmalaya, adakan sosialisasi program pendidikan dan bekerja ke Jepang dalam lingkup program pendidikan Japan Indonesia Students Net (JISN) yang ditujukan bagi siswa/i lulusan SMK yang diselenggarakan di SMK Duta Pratama Indonesia.Kamis (12/09/2019).

Program JISN adalah suatu program Pendidikan bagi lulusan SMA /SMK untuk melanjutkan Jenjang Pendidikannya ke Jenjang Akademi di Jepang sebelum ditempatkan bekerja di beberapa perusahaan Jepang sebagai tenaga terampil dan berdaya guna.

Rudi Subiyanto, selaku CEO & Founder dari SGE Indonesia mengatakan bahwa Program JISN ini bukan lah program magang atau bekerja di Jepang yang selama ini telah ada tetapi suatu terobosan program Pendidikan untuk para lulusan SMA / SMK di Indonesia dalam meningkatkan Jenjang pendidikannya ke Jenjang yang lebih tinggi lagi ke Jepang selama 3,5 tahun agar dapat menjadi lulusan SMK / SMA yang handal, mandiri, professional dan mempunyai komitmen yang tinggi dan siap bersaing pada era globalisasi yang terus berubah.

Keuntungan dari program JISN ini adalah siswa akan mendapatkan beberapa hal:

Ijazah Bahasa Jepang yang dikeluarkan oleh Institute Bahasa Jepang dengan standarisasi pemerintah Jepang.

Ijazah di tingkat akademi di Jepang sesuai dengan bidang kejuruannya. Selama mengikuti Pendidikan ini, siswa akan disediakan fasilitas asrama, asuransi kesehatan dan kecelakaan. Tersedia pekerjaan paruh waktu (part time job)

Selain itu, Rudi menambahkan "bahwa program JISN ini bukanlah program beasiswa dimana pembiayaan program ini akan menjadi tanggung jawab antara orangtua dan siswa itu sendiri.
Adapun proses perekrutan, para calon siswa/i yang akan mengikuti program ini harus melewati beberapa seleksi yang sangat ketat baik dari sisi manners, komitmen dan mental mereka sebelum di berangkatkan Negeri Sakura.

Pada acara tersebut, SMK Duta Pratama Indonesia juga meresmikan kerjasama dengab Okoyama Institute Of Language Jepang,yang dihadiri langsung oleh Dirut Okoyama  Hiroko Katayama,Yama Moro dan pengawas Smk DIP Usep Ruslan M.Pd.

Kepala Sekolah SMK DPI Berta Widiastuti menerangkan, "di gelombang kedua ini siswa yang menerima beasiswa  ke jepang senanyak 4 orang diantaranya Uju Azijah,Yanti,Tivani dan Novieka,menurutnya ke empat siswa tersebut selama dua bulan sudah mendapatkan pelatihan bahasa jepang,untuk menuju go Internasional.

"Kami dari pihak sekolah merasa bangga,karena ada perwakilan dari sekolah DPI  Tasikmalaya ada perwakilan go internasional,dan mendapatkan peluang yang baik untuk bisa menempuh pendidikan sekolah tinggi di Jepang."Paparnya.

Berta Widiastuti menambahkan, "mereka yang berangkat ke jepang harus menyiapkan mentalnya, terutama dari pengaruh budaya luar, kesiapan untuk jauh dengan keluarga atau kerabatnya."Kunci utama yaitu kesiapan mental siswa yang berangkat ke Jepang harus siap,dari pengaruh kultur budaya jepang yang kental,kesehatan fisiknya dan harus siap jauh dari keluarga atau kerabatnya."ujarnya.

Ia berharap, "kedepan para siswa yang sudah lulus ke jepang dan kembali lagi ke tanah air(Indonesia)agar dapat mengadopsi mutu pendidikan yang baik dari Jepang dan bisa diterapkan di indonesia,khususnya untuk SMK DPI ini.Tak hanya itu sekolah SMK DPI juga memiliki rencana akan menyiapkan kurikulum lain yang sesuai dengan kebutuhkan perusahan Jepang.

Berta mengatakan, "bahwa mutu lulusan SMK Indonesia harus lebih ditingkatkan baik dari sisi tingkat keahlian, manners (perilaku) maupun bidang enterpreuner para siswa karena hal tersebut akan menjadi modal bagi para lulusan SMK & SMA khususnya SMK DPI Tasikmalaya  sebelum bekerja disuatu perusahaan khususnya di Jepang. “Tingkatkan ilmu dan pengetahuan serta janganlah menjadi buruh di negara sendiri" . Tambah Dia.

Jurnalis :(dan)

Tidak ada komentar