Breaking News

Dugaan Pungli Yang Terjadi di MTS 10 Ciamis, Orang Tua Siswa Menjerit Sehingga Mengadu ke BMBKB

Kab Ciamis - Qjabar.com

Setiap warga negara indonesia terutama didalam pendidikan diwajibkan mendapatkan , dari mulai PAUD, TK ,SD, MI, SMP, MTS, SMA, MAN, pihak pemerintah telah membantu dan menurunkan anggaran mulai dari Dana BOS, KIP, dan pihak pemerintah telah menjamin , dan tidak akan membebankan kepada orang tua, melainkan ke APBD, Juga APBN, tetapi hal yang berbeda terjadi di MTS 10 Ciamis , sehingga ada terjadi pungutan bagi orang tua siswa. Sabtu 14 September 2019.

Hal ini ada dugaan pungutan liar (pungli) di lingkup pendidikan yang di bawah naungan Kemendag kabupaten Ciamis , hal itu semakin menjamur. Karena, wali murid sering dibebankan biaya untuk keperluan sekolah.

Dengan adanya  berberapa orang tua  wali murid 'yang mengadu ke tim investigasi beberrapa media. Pengaduan tersebut di dampingi anggota ormas Barisan Muda Banjarsari Kawasen Bersatu  (BMBKB). Wawancara  beberapa narasumber orang tua siswa MTsN 10 Ciamis di rumah anggota BMBKB, (Adi) Jumat kemarin. 13/09/2019.

Pungli di ( MTsN ) 10 Ciamis 'sangat membebankan dengan adanya pungutan yang telah di progaramkan melalui dana komite sekolah'.Terkait buat keperluan  pembayaran 'berberapa keperluan sekolah' yang tak layak seharusnya di bebani pada orang tua wali murid,,,denggan harus membayar Rp 3.030.000  (tiga juta tiga puluh ribu rupiah )  permurid ' per 3 tahun dan bisa di cicil sampai mendapatkan ijasah kata Adi.

Adi selaku Anggota ormas BMBKB  “Kami sebagai ormas daerah yang peduli dengan kesejahtraan masyarakat kecil tidak bisa membiarkan karena pasti ada intimidasi ke siswa atau ke orang tua siswa. Saya harap hal tersebut harus ditindaklanjuti, sebab sangat merusak moral guru yang seharusnya mencerdaskan anak bangsa, bukan malah menjadi penyusah masyarakat,” katanya.

"Jangan sampai selaku orang tua siswa menjerit akibat dampak biaya sekolah sangat mahal, "imbuh nya

Adi pun menjelaskan, praktik dugaan pungli terlihat sudah sangat teroganisir. Sebab pembayaran dikoordinir oleh salah satu oknum guru. denggan berberapa bukti pembayaran berupa kwitansi. Pendaptaran masuk sekolah Rp.700.000. dan Rp.3.030.000 bisa di cicil sampai 3 tahun dana tersebut untuk ķeperluan Sekolah yang tak terķaper Dana Bos karena dana bos tidak mencukupi itu alasan Ķepsek dan komite ucapnya.

"Kami menilai,  adanya kwitansi dan tabungan cicilan untuk 3 tahun yang jumlah Rp.3.030.000 ini sudah jelas pungutan liar (punli) dana pungutan ini di luar pemdaptaran masuk sekolah MTsN 10 Ciamis  yang Rp.700.000.

"Kami lebih tidak masuk akal lagi ada pungutan dana oprasional Komite Rp.400.000, coba X 750 siswa, total Rp.300.000.000 per 3 tahun. Sangat besar sekali buat dana oprasional Komite, sebetulnya untuk oprasional apa? sebesar itu?? kata Adi.

"Inilah pungutan yang sudah di plot pihak kepala sekolah dan komite yang sangat jadi beban orang tua wali murid.

1. Tes ÌQ  Rp.75.000. Kelas 7
2. Study Tour Rp. 850.000. Kelas 5
3. Lembar Kerja Siswa Rp. 790.000.- Kelas 7, 8, dan 9 (5 smt)
4. Perpustakaan dan kenaikan kelasRp 175.000 Kelas 7, 8. dan 9
5. Operasional Komite p 400.000.-Kelas 7
6. Buku Prediksi UN dan UAMBN Rp. 140.000- Kelas 9
7. Ujian-ujian Rp. 170.000.- Kelas 9
8. Perpisahan
   a. Seragam Batik 1 Stel 160.000,- Kelas 9
   d. Operasional dan penyelenggaraan 270.000,- Kalas 9
Jumlah . Kp. 3.030.000

Dana sejumlah tersebut di atas dapat dibayar tunai lunas atau dapat dicicil selama 30 (tiga puluh) Bulan melalui buku Cicilan dana komite satiap bulan/bulanan Rp. 88.000 atau
setiap perminggu sejumlah Rp. 22.000.- sedangkan untuk memenuhi kewajban melunasi dana Operasional Komite, Rp. 400.000, maka cicilan bulan Jul s.d. Oktober 2019 sebesar Rp.88.000 + Rp. 100.000 Rp. 188.000

Pembayaran pun pihak kepala sekolah Mengetahui adanya pungutan di MTsN 10 Ciamis. M. Ishak Safuloh. S Pd. M

Beserta Ketua Komite  sekaligus menjabat sebagai Kepala Desa Ciherang.  Dedi Sugiarto SP

Menurut keterangan salah satu orang tua murid yang sangat terbebani dengan pungutan pihak sekolah MTsN 10 Ciamis yang enggan di sebutkan namanya dan di dampingi anggota BMBKB mengatakan, "Kami selaku orang tua dari kedua anak saya sangat terbebani dengan adanya pungutan begitu besar sedang salah satu anak saya itu anak yatim piatu yang saya rawat sejak kecil alhamdulilah udah nyicil baru masuk 300 ribu itupun uang hasil dari belaskasihan tetangga yang peduli sama anak yatim, uangnya saya kumpulkan untuk bayar cicilan kesekolah malahan anak asli saya baru bayar cicilan 150 ribu.

"Yang di utamakan yang di dahulukan pembayarannya buat dana oprasional Komite yang 400 ribu, "ungkap Dia.

Bahkan sempat di adakam musyawarah, Kenapa tidak komplen waktu di adakan musyawarah komite menurutnya, "saya takut karena orang tua yang lain pun ga ada yang komplen sedang pungutan pun sudah di plot dan di pukul rata oleh pihak komite dan sekolah.

Di tempat yang sama seorang Janda, usahanya  hanya mengandalkan pedagang makanan anak-anak mwnambahkan, "Sama ikut bicara di tempat yang sama di dampingi anggota BMBKB yang enggan namanya di sebutkan  menjelaskan,  "pungutan yang terjadi di  MTsN 10.Ciamis . Benar sangat membebani kami orang kecil saya dagang kecil-kecilan makanan anak-anak untuk biaya makan sehari pun kurang tapi saya tidak putus asa untuk berjuang demi anak saya supaya bisa belajar layak.

Selain itu kami juga keberatan hal seperti yang teelihat  mampu membayar pungutan di sekolah,  pedahal walau pun kami tidak  mampu tapi kami menyisihkan dari hasil dagang. "Ujarnya.

Menurutnya, "Alhamdulilah kami sudah Cicil apa yang sudah di atur pihak sekolah dari beberapa poin pungutan kami sudah bayar Rp 1 juta rupiah walau pengahsilan kecil tiap ada bati 40 ribu kami ngumpulin biar di rumah sering kekurangan makan pun apa adanya, demi anak saya bisa sekolah di MTsN 10 Ciamis dengan tenang bisa belajar kami iklas dan bersukur allah masih memberikan rejekinya, "ungkapnya.

Sementra itu terkait adanya  laporan yang masuk ke anggota ormas Barisan Muda Banjarsari Kawasen Bersatu (BMBKB) Adi Meminta kepada pihak saber pungli dan dinas terkait, Kemendag Ciamis,  APH, untuk menidak lajuti ada dugaan Pungli oleh oknum pendidik bermental rampok,, karena kami menilai " karena sangat tidak masuk akal sehat atas pungutan tersebut, "tegas Adi kepada awak media.

Menyikapi keluhan orang tua siswa, pihak BMBKB rencana akan mengadakan Audensi dengan pihak dinas terkait, "Pungkas Dia.

Jurnalis.(EK/SZ)

Tidak ada komentar