Breaking News

Disperkimtan : Sumur Bor Menjadi Alternatif Dalam Mengantisifasi Keluhan Masyarakat Terkait Air Bersih.

Soreang | Kab.Bandung-Qjabar.com

Kabid Infrastruktur permukiman Dinas Perumahan, Permukiman dan tanah (Disoerkimtan) Kabupaten Bandung,"Ir.Taufiq Wahid Iriana.MT," saat mengikuti acara Ngawangkong Bari Ngopi di taman Uncal Komplek Pemda pada Jum'at 27 September 2019 jam 08,30 wib, secara langsung bertatap muka dengan para awak media dengan tema mengantisifasi kekeringan yang panjang dampak dari kemarau yang di prediksi sampai bulan akhir oktober, Dan wilayah kabupaten Bandung berstatus siaga 3.

Disperkimtan kabupaten Bandung, Dalam hal ini Bidang Infrastruktur Permukiman terus berupaya melakukan bantuan sarana air bersih bagi warga masyarakat ditiap Desa perkecamatan, Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak merasa bersusah payah mencari air untuk kebutuhan sehari hari yakni untuk masak, minum dan lainnya. (27/09)

Ir.Taufiq Wahid Ariana MT. Menjelaskan, Pihaknya dalam sehari memberikan bantuan kepada masyarakat yang kekurangan air bersih sekitar 2 unit mobil tanki dengan kapasitas pertanki 5000 liter air, Jadi perharinya sekitar 10000 liter air bahkan lebih yang diberikan kepada warga dan sudah 23 kecamatan dari 57.desa yang menerima bantuan air dari Disperkimtan dan berkolaborasi dengan pihak BPBD kab.Bandung yang mengkoordinirnya." jelasnya

Namun bukan itu saja bantuan bagi warga tiap desa dan kecamatan tapi program lain pun terus diluncurkan, Yakni pembuatan sumur bor air baku karena pihak dan juga warga sangat kesulitan mencari sumber air betsih dari mata air, maka pihaknya membuat sumur bor, Ada Dua kategori yakni sumur bor dangkal dan sumur bor dalam.

Ini merupakan Tupoksi Dari Disperkimtan, yang harus menerima provosal dari warga tiap desa dalam permohonan bantuan air bersih sehingga pihak Disperkimtan dalam memenuhi masyarakat harud mengecek lokasi terlebih dahulu dimana ada titik sumber airnya, Kalau tidak ada ya terpaksa membuat sumur bor dangkal atau sumur bor dalam. Dan yang jadi kendala adalah pemeliharaan dan kos listriknya yang cukup lumayan besar, sedangkan untuk sambungan pipa buat warga pun terpaksa di tambah apabila air sumur bor ada dan warga tidak kebagian air dari sumur bor tersebut." Imbuh Taupiq saat mengikuti Ngawangkong bari Ngopi. Jum'at (27/09)

Masih kata Taupiq, Bahw yang terdampak penurunan debit air menurut data Disperkimtan hampir merata, karena wilayah selatan pun penurunan air terlihat saat kemarau ini. Sedangkan wialyah Dayeuh kolot, Banjaran atau Baleendah pun sama. Juga pangalengan ada yang terkena dampak situasi saat ini padahal wilayah pegunungan yang seharusnya ada sumber air baku nmun kenyataannya tidak ada, Dan terpaksa juga membuat sumur bor.

Jurnalis.(R Kurnia)

Tidak ada komentar