Breaking News

Dampak Proyek BBWS Citanduy, Warga Karang Anyar Marah & Minta Ganti Rugi Akibat Lahan Habis Dibantai Proyek Penyodetan Sungai Cemeneng

Kelaces ] Cilacap - Qjabar.com

Penyodetan Sungai Cimeneng Citinggil yang berada di Desa Karang Anyar Kecamatan Kelaces kabupaten Cilacap. "Diduga proyek siluman" tampa papan impormasi anggarannya berapa Volume nya dan dari mana sumber nya semua tidak jelas. Bahkan dan ocehan warga setempat terutama bagi yang punya lahan yang di rugikan.

Menurut impormasi Proyek  tersebut dari BBWS Citanduy. Karena proyek berada di pelosok tampa ada pengawasan ekstra dari pihak dinas terkait. Akibatnya warga Desa Karang Anyar dirugikan, puluhan juta dan penyodetan Sungai Cimeneng melebihi batas Sungai dan garapan lahan warga. Seolah pihak dinas molor tanpa melihat lokasi.

Dampak akibat tidak ada kordinasi dengan  warga yang lahannya di rusak pihak BBWS ke 3 (tiga) warga yang di rugikan akan menuntut pihak BBWS untuk mengganti kerugian.  Ini yang di babad habis pihak BBWS salahsatunya  tanaman warberupa, pohon pisang 200 batang, pohon kelapa 20 pohon, Albasiah 20 pohon  serta kerusakan lahan sekitar 300 bata ini lahan milik Sutejo. Akibat kerusakan lahan di sebabkan ada Eskafator amblas.
Subur orang ke 2 (dua) warga yang di rugikan pihak BBWS salahsatunya 200 (dua ratus) pohon pisang, 15 (lima belas) pohon kelapa dan genteng soka 500 (lima ratus) biji habis di lindas Eskafator.

Udrus orang ke 3 (tiga) yang sama di rugikan pihak BBWS, salahsatunya 150 (sertus lima puluh) pohon pisang 20 (dua puluh) pohon Ä·elapa.

Ketiga warga yang di rugikan menuntut pihak BBWS bisa ganti rugi, dan sidak kelokasi jangan duduk manis terima laporan dan suap dari pihak pelaksana. Tapi tinjau Ä·elapangan proyek yang di kerjakan acak kadut seperti apa yang di lakukan pekerja membukrak bakrekkan lahan kami, "ucap Sutejo.

Menurut Subur, Kampung Laut Rt 003/002
kami sebatas masyarakat kecil dan kejadian lahan-lahan kami di tebas habis tampa ada komfirmasi, maen solonong boy sampai lahan, pohon-pohon yang kami rawat puluhan tahun habis di sapu bersih pihak BBWS Citanduy.

Kejadian tersebut kami sudah laporkan pihak kepala Desa dan Kadus tapi kadus tidak ada respon begitu pula Kades. Mereka itu yang seharus nya membela masyarakat nya ini malahan seolah membela pihak BBWS apakah ini sudah ada kongkalingkong antara BBWS dan pihak Desa, dikatakan di rumah Sutejo Rabu 25/9/2019.

Sutejo mengatakan, "saat tim Qjabar.com di bawa kelapangan penyodetan Sungai Cimeneng sambil menunjukan lahan yang sudah amburadul dan pohon yang sudah di tebangan pihak BBWS. Sutejo menyesalkan dengan kejadian ini tidak ada kordinasi pihak BBWS sama kami yang mengelolah lahan pertanian ini sudah puluhan tahun padahal, "katanya.

Proyek penyodetan hanya di butuhkan lebar 20 M X P 1200 M tapi ini sampai bisa merusak lahan-lahan dan tanaman, kami pun tidak menghalangi pembangunan di Desa Karang Anyar sampai dari bantaran sungai mencapai 70 M kelahan Warga. Menurutnya ya minimal kordinasi jangan sampai adanya proyek warga sampai di rugikan. Kami mohon kebijakan pihak BBWS untuk mengganti rugi tanaman kami yang sudah di rusak.

Dilahan Sutejo pun terlihat Eskafator yang amblas akibat menerobos lahan warga yang di rusak karena tidak tau medan terperosoklah Eskafator sampai berita ini di terbitkan ke publik Eskafator masih amblas hampir terkubur tanah.

Di tempat terpisah sekdes Desa Karang Anyar Gunawan saat di minta tanggapan di ruang kantornya Rabu 25/9/2019. Menjelaskan, "kami belum tau lokasi kami kan tindaklanjut melihat langsung kelapangan sejauh mana keluhan dari warga kami dan mohon maap kami tidak bisa menjelaskan dengan detail karena yang lebih  tau pa Kades yang kami tau bataran sungai Cimeneng dulunya 60 M milik Procit karena itu perbatasan lahan procit sama warga kemungkinan warga karena tadinya ada pendangkalan sungai ahirnya warga tanamin pohon-pohon disitulah warga menggap lahan garapan nya padahal ada surat perjanjian penggarap sama Desa dan peraturan desa harus di tempuh, "ucapnya.

Tetapi menyikapi perkataan nya, hal yang tidak mungkin selaku sekdes dan kades tidak tau, karna Kades selaku sistem yang ada. Ada apa dengan Kades Karang Anyar..?

Jurnalis.(S4)

Tidak ada komentar