Breaking News

BPBD kab.Bandung Berupaya Terus Dalam Melayani Masyarakat yang Butuh air Bersih

Soreang | Kab.Bandung-Qjabar.com

Persoalan dan Masalah kekeringan dampak dari kemarau saat ini diwilayah kabupaten Bandung masih bisa terakomodir, Namun Hal tersebut adalah kewajiban dan tugas dari pemerintah dalam hal ini pihak BPBD kab.bandung yang terus melakukan tugasnya dalam meminimalisir persoalan yang sekarang dihadapi yakni kekeringan dan masyarakat membutuhkan bantuan air bersih.

Pihak BPBD kab.Bandung juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Dispetkimtan, PDAM, Dinsos, Dinas kesehatan, PMI juga Dinas lain untuk peduli terhadap situasi kekeringan yang terdampak pada masyarakat kabupaten Bandung yang memerlukan perhatian  pemerintah daerah atau pun pusat. Jumat (27/09/2019)

Drs. H. Akmad Djohara, mengungkap bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan SKPD untuk bergerak dalam memenuhi, melayani masyarakat yang membutuhkan air bersih, maka pihaknya berkoordinasi dengan PDAM karena dinas tersebut tahu titik sumber air, dan juga armadanya cukup banyak, Jadi pihak BPBD pun merasa terbantu. Dan pihak Dispetkimtan pun sama BPBD terus meminta untuk bergerak dalam meminimalisir keluhan warga."Ungkapnya pada acara ngawangkong bari ngopi.

Masih kata Akmad Djohara, "Terkait data data kebencanaan pihaknya tidak begitu saja mencatat atau asal asalan, namun data harus otentif dan dapat dipertanggung jawabkan. Seperti data kependudukan, data kekeringan, harus bekerja sama supaya persoalan kekeringan dapat terealisasi dan juga kedepan harus ada anggaran khusus untuk penanganan kebencanaan ini." tandasnya. (27/09)

Lanjut Akmad Djohara, "Kemarau saat ini termasuk kemarau panjang yang secara langsung dipantau oleh pihak BPBD sudah 5 bulan kemarau tahun 2019 mulai bulan mei sampai sekarang, Dan kalau melihat fatwa dari BMKG diprediksi kemarau saat ini sampai awal november 2019. Jadi kalau dihitung dari sekarang tinggal dua bulan lagi. "Katanya.

Ditambahkan lagi bahwa kabupaten bandung saat ini statusnya adalah status darurat dimulai dari tanggal 1 agustus sampai 31 oktober tapi pihak BPBD harus tetap waspada menghadapi musim hujan nanti, karena bencana lain pun seperti longsor dan banjir pihak BPBD harus ektra siaga." terang Akmad Djohara.

Drs. Akmad Djohara, bahwa status darurat kabupaten bandung berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pihak provinsi jawabarat, Akmad djohara merasa prihatin melihat kondisi masyarakat yang kekeringan sangat membutuhkan bantuan air saat ini.

Dampak kekeringan saat ini sudah mencapai 27 kecamatan dari 31 kecamatan, ini terus bertambah, maka BPBD memprediksi sekitar 95% wilayah kabupaten bandung terdampak kekeringan. Sedangkan Desa yang berjumlah 280 yang terdampak berjumlah 119 desa, kepala keluarga yang terdampak sekitar 78,000, sedangkan jiwa sekitar 230,000 jiwa sampai saat ini."paparnya.

Kami pihak BPBD sangat berterima kasih kepada pihak terkait yang sudah membantu dalam meringankan beban masyarakat melalui bantuan yang diberikan. Juga pada pihak Disperkimtan yang juga membantu armadanya yang terus Mobile melakukan Supplay air terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau.

Jurnalis.(R Kurnia)

Tidak ada komentar