Breaking News

Teh Putih Asal Bumi Parahyangan Yang Kaya Manfaat

Kab Tasikmalaya - Qjabar.com

Teh putih tak seperti teh hijau dan hitam. Belum bersinarnya teh jenis ini lantaran harganya mahal. Ditatar Parahyangan rupanya sudah memproduksi teh putih dari tanah perkebunan Taraju Kabupaten Tasikmalaya, yang salah satunya digarap serius oleh petani Gapoktan Kecamatan Tarahu."Teh putih ini bisa mencegah dan penyembuhan flu, termasuk flu burung. Lalu mencegah mutasi sel penyebab kanker," kata Direktur Produksi Mimi Tea Ena Karyana  di sela-sela waktuny. Selasa (13/08/2019).

Selain itu, menurut Ena,teh putih  dipetik dari pucuk yang belum mekar,dan kapasitas teh putih tersebut sangat terbatas,sehingga untuk mendapatkan teh pitih yang kualitasnya bagus sedikit untuk didapatkan,"teh putih itu jumlahnya terbatas tidak selalu ada.untuk mendapatkan teh putih sendiri paling bisa didapat 2 atau 3 kilo per hektarnya."katanya.

Khasiat lain teh putih antara lain mampu meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan koleterol, mengatasi asam urat, dan menurunkan kadar gula darah. "Teh putih ini teh dengan antioksidan tertinggi," sambungnya.

Lanjut Ena Karyana,meski mengonsumsi teh hitam dan hijau tetap menyehatkan,tapi ada lagi teh terbaik adalah teh putih. "Dalam penelitian, secangkir teh putih  Taraju mengandung antioksidan yang sama dengan 12 kali jus segar," katanya.
Komoditi teh putih nusantara khas Priangan asal Taraju Kabupaten Tasikmalaya sudah melewati serangkaian pengujian oleh para peneliti Teh"Selain rasanya nikmat saat diminum, ampas teh putih ini bisa dipakai untuk perawatan kulit. Bisa jadi kinclong," ujarnya

Ena Karyana asal Kampung ancol Desa Raksasari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya menjelaskan, teh putih merupakan hasil dari proses tanaman teh yang dicabut sehelai pucuk daunnya yang belum mekar. Pucuk muda atau peko teh yang masih berbentuk jarum itu diambil untuk diproses secara alami yang pengeringannya mengandalkan cahaya matahari. Warna peko semula putih beludru, setelah mengering berubah menjadi putih.

Beberapa pucuk yang sudah diproses bisa disajikan di dalam gelas. "Peko ini bisa juga langsung dimakan. Seperti ini," ucapnya.

Kapasitas produksi teh putih di perkebunan Taraju memang tidak sebanyak teh hitam dan hijau, baru mampu memproduksi teh putih sebanyak tiga hingga lima ton per tahun.

"Biayanya mahal itu karena dalam satu hektar hasilnya sedikit, kalau dapat 10 kilogram saja sudah paling bagus. Belum lagi satu persatu pucuknya dipetik. Teh putih ini masalahnya bukan pucuk saja, tapi prosesnya mulai petik hingga jadi itu perlu waktu empat hari. Selain itu juga keterbatasan bahan baku," tutur Ena.

Menurut Karyudi, satu kilogram teh putih dibanderol sekitar Rp1,5 juta sampai 3 juta. Kalau teh 60 ribu per Kg,dan teh Hijau dibandrol 25ribu sampai 70ribu perkilonya.

Jurnalis : (dan)

Tidak ada komentar