Breaking News

Dadan Andaru Tahanan Lapas Ciamis Tewas,Pihak Keluarga Minta Kasusnya Diusut Tuntas

Kab Ciamis - Qjabar.com

Sekitar pukul 20:00 wib,Ketenangan ruang IGD RSUD Ciamis sontak menjadi ramai dan menjadi pertanyaan banyak orang yang ada di lokasi tersebut,pasalnya kedatangan pasien yang dikawal oleh pegawai lapas

Dadan Andaru yang merupakan salah seorang tahanan titipan Kejaksaan Negeri Ciamis di Lembaga Permasyarakan ( Lapas) Ciamis kelas II B,ini tewas saat dilarikan ke RSUD Ciamis sekitar pukul 20:00 wib tanggal 6 agustus 2019

Salah seorang perwakilan keluarga saat datang ke ruang pulasara RSUD Ciamis mengatakan,bermula korban dipintai uang sekitar 5 juta rupiah saat di dalam lapas dan baru dikasih 500 ribu rupiah,katanya

Atas kasus kematian Dadan saya minta harus diusut tuntas,jangan sampai kejadian yang sama terulang lagi dan saya sudah limpahkan ke penasihat hukum,ujarnya
Hal senada diungkapkan Dede Irawan, selaku penasihat hukum keluarga almarhum,Sambil memperlihatkan bukti percakapan dan bukti transfer di salah satu Bank.

Kepada sejumlah awak media,
Dede menjelaskan, beberapa hari menjelang kematian Dadan Andaru ada pesan melalui Whatsapp yang meminta uang keamanan sebesar Rp 5.000.000,- kepada korban

Karena pihak keluarga tidak bisa memenuhi, permintaan akhirnya turun menjadi Rp.3.000.000, dan akhirnya muncul nominal sebesar Rp 1.500.000,- dan baru di transfer sebesar Rp 500.000,-

“Kalau memang keluarga tidak sayang dan tidak mengirim uang kepada saya tidak tahu yang akan terjadi pada hari esok. Itulah kata terakhir dari Dadan” ungkap Dede,rabu 7 Agustus 2019

Diduga percakapan itu dilakukan didalam lapas kepada keluarga. “Dadan minta uang untuk keamanan di dalam lapas. Selanjutnya keluarga mentransfer ke salah satu rekening bank milik FAH,” terangnya

“Kami berharap jangan ada lagi ada korban Dadan kedua dan seterusnya!” tegas Dede

Sementara itu Kepala lembaga pemasyarakatan kelas II B Ciamis Fajar Nur Cahyono membenarkan kedatangan Penasehat Hukum keluarga Dadan siang tadi

Fajar menjelaskan, pihak keluarga menyampaikan beberapa bukti seperti bukti transfer uang, percakapan, serta nomor telepon.
“Kami akan langsung menelusuri secara internal,kami juga akan membuat tim

Kalaupun ternyata ada keterlibatan warga binaan atau oknum yang melakukan pengancaman atau pemerasan akan kami tindak,” jelas Fajar

Disamping itu, "kata Fajar, masalah handphone yang diduga digunakan di dalam rutan juga akan ditelusuri"tegasnya.

Jurnalis.(D2)

Tidak ada komentar