Breaking News

Polres Tasikmalaya Kota, Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Tasik Kota - Qjabar.com

Dalam Conferense Press Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma"ruf SIK.SH, "mengatakan penangkapan kasus pencabulan
dalam aksinya tersangka yang dikenal sebagai tukang pijat itu berdalih akan mengobati bisul korban,dan tersangka menyarankan untuk diobati dengan mentimun dan buah pala, istilah lain dari persetubuhan. Kemudian tersangka meminta korban untuk mengeluarkan syahwat.

"Tersangka menarik korban ke ruang tengah lalu tersangka menidurkan dan menindih badan korban dan memaksa korban untuk membuka celana dan mengancam. Karena korban takut atas ancaman tersangka, korban menuruti keinginan tersangka, kemudian tersangka membuka celana korban dan melakukan persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap korban," jelas Kapolres Febry.

Lanjut ia, dengan pelaku sebagai tukang pijat itu berdasarkan laporan yang diterima,tersangka melakukan aksi bejatnya kepada BI, korban yang baru berumur 18 tahun di sebuah rumah di Kp. Margawati RT 03/07 Ds, Banjarsari Kec. Sukaresik Kab. Tasikmalaya, Jumat lalu (1/2/2019).
"Berdasarkan laporan yang disampaikan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tasikmalaya Kota ini,kami melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi,baik saksi korban maupun keluarga korban,"ujar Kapolres.

Dari hasil penyelidikan itu,tertangkao bahwa korban pencabulan tersebut masih dibawah umur,yakni 18 tahun,dan pelakunya seorang tukang pijat."Ujarnya.

Tindak Pidana Persetubuhan dan Perbuatan Cabul Terhadap Anak dibawah Umur, sebagaimana di maksud dengan Pasal 81 ayat (2) dan pasal 82 ayat ll(1) UURI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UURI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.

Dari hasil pemeriksaan tim penyidik PolresTasikmalaya Kota menyebutkan pelaku berinisal T (oha) yang berusia 41 tahun beralamat Sukaresmi,Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya itu mengaku mengancam kepada korban dengan berkata "kalu dikasih tahu kepada orang lain nanti keluarga kamu disantet"karena kata Santet tersebut korabn menuruti kemauan tersangka.

Lanjut Febry, perbuatan cabul yang dilakukan tersangka lebih dari 15 kali dan bejatnya lagi, pernah dilakukan saat korban sedang haid/datang bulan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan itu,polisi menjerat tersangka dengan Undang-undang Pasal 81 ayat(2) dan pasal 82 ayat ll(1) UURI No.17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UURI No.1 tahun 2016 tentang perbuatan kedua atas UURI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.

"Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,dan denda paling banyak 5 miliyard."Kata Kapolres AKBP Febri Kurniawan Ma'ruf SIK.SH
saat Press Conference di Mapolres Tasikmalaya Kota .Rabu (24/07/2019).

Jurnalis : (dan)

Tidak ada komentar