Breaking News

Dalam Rangkaian Hari Jadi Tasikmalaya, Musieum Keliling Kini Hadir Di Tasikmalaya

Kab Tasikmalaya - Qjabar.com

Dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan Museum Nasional beserta koleksinya kepada para pelajar Sekolah Dasar dan juga untuk masyarakat. Senin 22 juli 2019.

Museum Nasional merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang memiliki lebih dari 179.971 koleksi museum yang telah diregistrasi, namun saat ini proses pemberian registrasi masih terus berlangsung. Berawal dari pemerintah Belanda di Batavia yang mendirikan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) sebagai lembaga independen dengan tujuan memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan hingga pada 1979 ditetapkan menjadi Museum Nasional.

Museum Keliling 2019 merupakan hasil kerja sama antara Museum Nasional dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk saling berbagi dan memotivasi dalam mengenalkan museum kepada masyarakat. Penyelenggaraan Museum Keliling 2019 bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-387.
Prasasti Rumatak atau sering disebut juga Geger Hanjuang turut dibawa serta. Prasasti ini ditemukan di Pasir Geger Hanjuang di lereng Gunung Galunggung yang secara administratif termasuk lingkungan Kampung Rawangirang, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Museum keliling 2019  diselenggarakan selama lima hari pada 20 – 23 Juli 2019. Berlokasi di Singaparna, Tasikmalaya, Museum Keliling 2019 akan diikuti oleh 5000 peserta. Museum Keliling 2019 secara khusus dengan target siswa-siswi Sekolah Dasar dan masyarakat secara umum. Kegiatan Museum Keliling meliputi pengenalan museum, dongeng, menonton film, workshop membatik, pameran dan melukis caping.

Dadan wardana S.ip.MM, "selaku kepala dinas pendidikan, Mengatakan" Dengan kegiatan kegiatan tersebut  dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta apresiasi generasi muda terhadap budaya bangsa akan menciptakan rasa menghargai dan bangga terhadap bangsanya, "katanya.

Ditempat yang sama Didin, "selaku kepala bidang kebudayaan Berharap, "Kabupaten tasikmalaya dapat membuat Replika prasasti geger Hanjuang mirip dengan yang asli. Supaya dapat dipelajari oleh para  siswa/siswi dan masyarakat, "tambah Dia.

Jurnalis(jang /tim).

Tidak ada komentar