Breaking News

ARM kembali mendesak Kejati Jabar agar dilakukan Pengembangan Kasus Dugaan Proyek Jalan dan Jembatan Cisinga Tasikmalaya

Bandung  -  Qjabar.com

Pasca penahanan terhadap kelima orang tersangka korupsi proyek jalan dan jembatan pada dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya, kembali ARM (Aliansi Rakyat Menggugat) menyampaikan desakkannya agar dilakukan Pengembangan Kasus (Pengembangan Penyidikan) atas proyek tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh ketua umum ARM Furqon Mujahid Bangun ketika bertemu dengan para awak media di Pelataran kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Jalan Martadinata Bandung pada Kamis Pagi (18/07).

Pada dasarnya kami dari ARM mengucapkan terimakasih kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat serta para penyidik dari Kejati Jabar yang telah merealisasikan apa yang menjadi tuntutan dan desakkan ARM juga dari para penggiat anti korupsi agar kelima tersangka tersebut segera ditahan.

Namun ada satu hal lagi yang menjadi tuntutan kami yaitu agar sesegera mungkin dilakukan Pengembangan atas kasus korupsi tersebut karena diduga masih ada lagi oknum yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang hingga saat ini masih bebas dan tidak masuk dalam daftar tersangka tegas ketua umum ARM Mujahid yang dikenal getol memerangi korupsi di Indonesia.

Lebih jauh ketua umum ARM juga mengatakan "akan secepatnya melayangkan surat kepada kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang intinya mendesak agar dilaksanakan Pengembangan Kasus dan Pengembangan Penyidikan. Jika surat desakkan yang akan kami layangkan tersebut tidak direspon oleh pihak kejati jabar, maka kami akan kembali turun kejalan dan melakukan demontrasi agar Kejati jabar merealisasikan tuntutan kami yang kedua tersebut, "ungkap Mujahid.

Ketika para awak media menanyakan, apakah ARM merasa puas atas ditahannya kelima tersangka tersebut sesuai tuntutannya beberapa waktu yang lalu. Mujahid menjawab, ini bukan masalah puas dan tidak puas namun yang lebih utama adalah Penegakan supremasi hukum bisa berjalan sebagaimana mestinya juga pernyataan perang melawan koruptor bisa dilaksanakan oleh seluruh anak bangsa.

Jadi saya menghimbau dan mengajak kepada para pejabat negara baik yang berada di pusat maupun didaerah, agar jangan coba-coba melakukan tindak pidana korupsi. Penahanan terhadap kelima tersangka tersebut harus dijadikan pembelajaran kepada kita semua, agar jangan sampai tergiur dengan uang yang bukan milik kita apalagi uang tersebut adalah uang rakyat yang akan dinikmati oleh rakyat banyak.

Jika sudah seperti kelima tersangka tersebutkan semuanya jadi berabe, anak dan istri juga jadi korban atas ulah kita. makanya sekali lagi saya ingatkan agar jangan sekali-kali melakukan tindak pidana korupsi sebab dampaknya akan dirasakan oleh anak dan istri kita pungkas mujahid menutup pembicaraan.

Jurnalis.(A Firmansyah)

Tidak ada komentar