Breaking News

Akibat Kemarau,Santri Ponpes Nurul Huda Menempuh Jarak 200 Meter Untuk Dapatkan Air Bersih

Kab Ciamis - Qjabar.com

Dengan jarak yang cukup jauh sekitar 200 meter,santriwan santriwati Ponpes Yatim Piatu Nurul Huda dibawah asuhan Kiayi Ayi Ruhiat yang berlokasi Di Dusun Garempai Desa Gegempalan Kecamatan Cikoneng harus rela berjalan hingga ratusan meter untuk mendapatkan air bersih

Kesulitan air bersih ini sudah dirasakan sejak lama setiap musim kemarau tiba

Selain oleh santri ponpes Nurul Huda,kesulitan air bersih ini dirasakan juga oleh masyarakat sekitar dan mengaku setiap tahunnya selalu kesulitan air bersih dan harus rela berjalan hingga ratusan meter ke sumber air yang lokasinya dekat sungai Citanduy,ungkap salah seorang warga, Senin 8 juni 2019.

Ust Hadi Riyanto selaku staf pengajar  di Ponpes Nurul Huda mengatakan, "akibat kekeringan ini mengharuskan santri di ponpes Nurul Huda  harus rela berjalan sejauh kurang lebih 200 meter untuk bisa mandi dan sebagainya, "katanya
Ponpes yang mayoritas santrinya yatim piatu dan juga kaum duafa ini sangat kekurangan air bersih,jangankan untuk mandi dan lainnya,untuk berwudhu saja para santri harus membawa air di jerigen yang berisi 5 liter pagi dan sore , "ungkapnya.

Wawan Munawar selaku Kepala Desa Gegempalan membenarkan akan kesulitan air yang dialami oleh santri Nurul Huda dan juga masyarakat sekitarnya,pihak PemDes Gegempalan selalu berusaha untuk meminta bantuan kepihak Pemerintah ataupun ke pihak terkait namun untuk sementara ini belum ada realisasinya,ujarnya

Kami berharap, "mudah mudahan ada pihak lain yang mengkaper kebutuhan santri dan juga masyarakat sekitarnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk mandi dan wudhunya,karena saya sangat prihatin dengan keadaan ini,mereka harus rela berjalan jauh hingga ratusan meter ke sungai citanduy yang mana keamanan mereka jadi terancam dan ini menjadi perhatian Pemerintah Desa. "Harapnya.

"Kamipun memohon bantuannya ke pihak terkait semoga lembaga pendidikan yang ada di Desa Gegempalan Khususnya Yayasan Nurul Huda bisa tetap bertahan,karena ketika tidak ada air otomatis keluhan santri juga bisa menjadi dampak untuk mengenyam pendidikan islam bisa jadi terhambat, "jelas Wawan Munawar kepada Qjabar.com

Jurnalis.(D2)



Tidak ada komentar