Breaking News

Sukses Gelar RAT, Primkopkar Perhutani KPH Bandung Utara Dinilai Koperasi Yang Sehat

Bandung Utara - Qjabar.com

Sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018, Primkopkar Perhutani KPH Bandung Utara dinilai sebagai koperasi yang sehat. Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Kota Bandung Usep Sumarno saat menghadiri acara tersebut, Kamis (2/4/2019).

Usep menuturkan gerak Primkopkar Perhutani KPH Bandung Utara sebagai koperasi fungsional sudah benar. Hal itu terlihat dari beberapa indikasi yang dicapai. Seperti, memiliki aset barang yang mencapai sekitar Rp 2,5 Milyar, pengembalian simpan pinjam berjalan lancar, modal naik, punya dana sosial dan lain sebagainya.

"Koperasi itu yang penting bisa mensejahterakan anggotanya. Jadi, kalau ada anggota pinjam uang seyogyanya harus dikasih," katanya.

Usep menyatakan peran Administratur Perhutani KPH Bandung Utara sebagai pembina koperasi pun sudah bagus. Pasalnya, demi mendorong kemajuan koperasi ia tidak hanya mengarahkan tapi turut memfasilitasi ruang usaha.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara sekaligus Pembina Primkopkar Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin dalam sambutannya menyebutkan modal utama menjadi pengurus koperasi adalah punya niat yang ikhlas untuk mensejahterakan anggotanya. Oleh sebab itu, dengan adanya koperasi ini diharapkan para anggota tidak bergantung pinjam ke bank tapi sudah diakomodir oleh koperasi. Sehingga, kebutuhannya untuk keberlangsungan hidup bisa terpenuhi.

"Diharapkan semua anggota bisa membedakan mana pinjaman produktif mana pinjaman konsumtif. Jadi, pinjam itu bagusnya bukan berdasarkan keinginan tapi kebutuhan," harapnya.

Komarudin mendorong Primkopkar bisa berakselerasi lebih jauh lagi untuk membuka peluang usaha lain. Mengingat di kawasan KPH Bandung Utara punya banyak objek wisata yang bisa di manfaatkan.

"Diharapkan kedepan koperasi ini bisa membuka peluang usaha lain selain parkir yang sudah berjalan," tuturnya.

Dari sisi kepengurusan, Komarudin juga menyanjung posisi ketua yang saat ini dijabat oleh seorang wanita. Menurutnya, hal ini sesuatu yang beda karena sebagai srikandi mampu memimpin koperasi dengan anggota yang cukup besar.

Sementara itu, Ketua Primkopkar Perhutani KPH Bandung Utara Reni Sureni menjelaskan koperasi yang dipimpinnya mencoba keluar dari zona simpan pinjam dan pertokoan ke sektor usaha yaitu mengelola parkir di kawasan wisata Orchid Forest. Mengenai hal tersebut, dalam RAT ada beberapa point pembahasan yang menjadi target pada tahun ini. Salah satunya mengenai pengembangan usaha parkir yang bermitra dengan PT Jala Energi tersebut.

"Pengelolaan parkir di Orchid Forest tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar. Sehingga membuka peluang kerja baru yang tentunya dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar," terangnya.

Reni menyatakan mengenai pengelolaan parkir ini pihaknya berencana akan memperbaharui perjanjian kerjasama baru bersama mitra. Sebab, seiring meningkatnya jumlah pengunjung lahan seluas 8.000 meter dinilai sudah tidak memadai. Sehingga, perlu lahan tambahan.

"Pelayanan di area parkir pun sudah kami maksimalkan. Diantaranya, kini sudah ada toilet yang representatif ditambah mushola yang cukup nyaman digunakan untuk ibadah," paparnya.

Jurnalis.(Ajay)

Tidak ada komentar