Breaking News

Di Anggap Pailit, PHK Tanpa Pesangonpun Terjadi

Jakarta Timur - Qjabar.com

Kisah perjuangan buruh PT Hansea 3 KBN Cakung Jakarta Timur , di tengah2 perjalanan menuju libur hari raya idul fitri serta berharap THR dari perusahaan,mereka di putus hubungan kerja dengan alasan perusahan pailit.
Kami parkir motor-motor di depan pintu Gerbang PT Hansae Indonesia Utama 3

Sekitar 6 Perempuan, 1 laki-laki, masih 7 orang kekuatan kami, ketika tiba tiba 2 Mobil Box masuk ke PT Hansae Indonesia Utama #3, Kamis 16-05-2019 jam 09.28 WIB pagi ini. Sekitar 6 Mekanik berseragam merah hitam dari Hansae , dengan sigap mengeluarkan mesin-mesin jahit dari dalam pabrik. Kami sedikit panik. Segera kita hubungi kawan-kawan untuk merapat, Kami butuh tambahan pasukan.

Sesaat setelah itu, 3 kawan merapat, langsung memarkir motor di depan pintu gerbang. Kawan lain datang lagi, dan lagi. Motor-motor segera di parkir malang melintang di depan gerbang PT Hansae #3.

Adu bacot tak terelakkan, Chief keamanan KBN terus mendesak agar motor-motor di geser, agar lalu-lalang atau mobilitas pabrik berjalan lancar, tapi kami tidak bergeming. Tekad kami bulat, "silahkan mesin-mesin jahit yang sudah di dalam mobil box dikeluarkan dan di taruh kembali ke dalam pabrik, baru mobil boleh keluar".

Situasi menegangkan. Kami saling tatap, bagaimana cara kami menghadang 2 Mobil Box sebesar itu ? Segera kita hubungi ketua umum KPBI, Ilhamsyah, dan ku sampaikan situasi terkini kondisi Hansae #3. Lewat WA, Pak Ilhamsyah yang sering dipanggil Boing itu memberikan arahan "Bertahanlah di depan gerbang pabrik, semua duduk dan tidur di depan gerbang. Jangan bergeser sedikitpun, kalau ada aparat jangan melawan, massa tetap duduk bergandengan tangan". Arahan Pak Boing menambah kami berani bertahan.
Solidaritas Berdatangan

Sesaat kemudian, kawan Rosyid ketua umum FBTPI datang bersama anggotanya yaitu kawan-kawan PT DINUO. Kami tidak sendirian.

Saat ini, Kami sedang siaga di depan PT Hansae #3, Kami berbuka puasa di sini, di depan gerbang pabrik, di sinilah kami berlawan, karena ketidakadilan harus dihentikan.

Ungkapan terima kasih mendalam kami ungkapkan kepada kawan Wira dari LIPS dan AFWA yang memberikan dukungan untuk kami buruh-buruh PT Hansae #3.

Kawan Azhar dari Forum Islam Progresif (FIP), menyampaikan bahwa " solidaritas adalah sebagian dari iman, umat Islam sebagai buruh, bagaimana kita bisa merayakan kemenangan di bulan Ramadhan jika kita di dzolimi.

Semua kedzoliman, itu bertentangan dengan Islam, jadi jika muslim melihat kedzoliman, kita marah itu adalah iman terlemah. Kalau kita bisa, ubahlah dengan lisan, dan tangan kita. Jadi kita butuh solidaritas yang kongkrit".

Supinah dari KSN menyatakan " berserikatlah sebelum ada masalah, sejak dini, ketika kita masih bekerja, jika masalah datang kita akan kuat dan bisa bertahan dalam perjuangan".

Sementara itu Rahma-ketua FBLP PT AMOS menyampaikan dukungan bahwa "Jika kita tetap solid, maka kita akan berhasil".

Begitulah kondisi kita saat ini, Kami bertahan karena ada hak kami yang di rampas.

Terima kasih sekali lagi untuk semua kawan-kawan juang.
Salam solidaritas dari kami, anggota FBLP PT Hansae Indonesia Utama.

Jurnalis.(Maskuri)

Tidak ada komentar