Breaking News

Wali Kota Monitoring UNBK ke SMPN1 dan 2,Targetkan Seluruh SMP di Kota Tasik Laksanakan UNBK Tahun Depan

Tasik Kota - Qjabar.com

Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman memonitoring penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 dan SMPN 2 Kota  Tasikmalaya, Senin (22/4/2019) .Pelaksanaan tersebut Walikota didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Budiaman Sanusi S.Sos.
Wali Kota menargetkan tahun depan seluruh SMP di Kota Tasikmalaya menyelenggarakan UNBK, karena pada tahun ini masih ada 8 SMP di Kota Tasikmalaya yang menyelenggarakan UNKP.

Pada tahun ini terdapat 9.495 siswa yang akan mengikuti UN dari 75 SMP. Masing-masing SMP yang menyelenggarakan UNBK mandiri sebanyak 43 sekolah dan UNBK menumpang 24 sekolah dengan jumlah 9.264 siswa. Sementara untuk sekolah yang masih melaksanakan UNKP 8 sekolah dengan jumlah 231 siswa.

Menurut Wali Kota saat ditemui saat pemantauan persiapan UNBK-UNKP, masih adanya sekolah yang menyelenggarakan UNKP karena keterbatasan sarana-prasarana untuk penyelenggaraan UNBK. Namun untuk kesiapan UN, semuanya telah siap dilaksanakan pada Senin (22/4/2019) pagi ini hingga Kamis (25/4/2019) mendatang dengan jumlah 4 mata pelajaran UN, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. "Dari kesiapan semua insya Allah berjalan lancar lah," katanya.

Pihaknya berharap ke depan terus ada peningkatan sehingga seluruh sekolah harus UNBK. "Memang kebijakan UNBK ini waktunya sangat cepat sekali, sehingga persiapan yang kaitan dengan sarana-prasarana sekolah karena tidak merata kemampuan sekolah kan, sekolah swasta. negeri pun tidak semua, tidak sekaligus.

Pertama hanya 2 sekolah yang siap, menumpang sampai 3 shift waktu itu. Tapi sekarang alhamdulilah sudah ada 65 SMP yang bisa. Berarti 21 (SMP) negeri, sisanya adalah swasta. Sekarang sisanya tinggal 8 SMP. Insya Allah bertahap, mudah-mudahan tahun depan semua bisa UNBK," katanya.

Apapun kendala yang masih ada, Wali Kota mendukung penuh penyelenggaraan UNBK karena di era Revolusi Industri 4.0 ini segala hal berkaitan dengan teknologi, termasuk dalam Ujian Nasional. Karenanya, Wali Kota meminta semua pihak menyukseskan UN. H Budi juga mengimbau supaya jangan sampai ada kendal non-teknis yang bisa mengganggu kelancaran UNBK.

"Sekolah harus persiapkan cadangan (kelistrikan), jangan sampai mati. Selain genset, stabilizer harus ada. Pengalaman tahun kemarin stabilizer harus ada, jangan sampai nge-drop, karena akan mengganggu kelancaran sistem (UNBK) yang secara nasional," tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Budiaman Sanusi menambahkan, pihaknya menargetkan tahun depan seluruh SMP menyelenggarakan UNBK. "Insya Allah tahun depan kita mulai sekarang persiapannya. Sebetulnya kemarin itu kan karena kekurangan computer client. Karena swasta tidak banyak juga. Ada 8 sekolah, siswanya hanya 231 orang," katanya.

Dikatakannya, kota-kota di Jawa Barat semua telah melaksanakan UNBK, kecuali Kota Tasikmalaya. "Karena kita banyak. Ini progres perkembangan sekolah ini cukup tinggi, terus ada sekolah baru sekolah baru. Insya Allah tahun depan semua ikut akan UNBK," jelasnya.
Menurutnya, sarana komputer di sekolah saat ini masih kurang. Sementara jika diambil dari dana BOS sangat terbatas, hanya bisa mengakomodasi 1 - 3 komputer per tahun.

"Sementara kebutuhan komputer kalau 300 siswa, minimal 120 komputer," tuturnya. "APBD baru meng-cover 2 sekolah yang sudah di-drop (komputer) dan tahun ini pun ada. Kalau kebutuhan seluruhnya (SMP negeri) itu kan cukup besar (dengan estimasi), Rp 20 miliar kalau semua sekolah negeri di-drop. Makanya secara bertahap. Makanya, bantuan ke (Pemerintah) Provinsi mudah-mudahan bisa mengakomodir kebutuhan komputer kita untuk pelaksanaan UNBK," tuturnya.

Adapun tahun ini, terdapat anggaran lebih kurang Rp 1,2 miliar untuk pengadaan komputer dan server untuk 2 sekolah. "Karena ada juga sekolah yang walaupun komputernya pinjam atau dari orangtua dan sebagainya, tapi servernya kita usahakan disiapkan," ujarnya.

Karena itu, pihaknya meminta dukungan orangtua untuk meminjamkan komputer atau laptop guna suksesnya penyelenggaraan UNBK. "Makanya, dorongan dari APBD baik kota maupun provinsi yang kita harapkan bisa lebih besar lagi, sehingga 2 - 3 tahun ke depan misalnya, semua sekolah siap (UNBK) mandiri tidak usah (menumpang) di SMA, di SMK, di lembaga-lembaga yang menyediakan komputer," katanya.

Jurnalis.(dan)

Tidak ada komentar