Breaking News

KPK Segel Ruang Kerja Dirut RSUD Dr Soekarjo, Setelah Geledah Ruang Wali Kota Tasik

Tasik Kota - Qjabar.com

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Terkait Kasus Dugaan Suap (DAK) yang menyangkut Walikota Tasikmalaya Budi Budiman pada beberapa waktu lalu, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mengggeledah Ruang Kerja Walikota, di Balai Kota, Rabu 24 April 2019.

Sekitar 15 orang tim dari KPK melakukan penggeledahan dari jam 9.30 hingga sampai jam 19.oo, malam .

Tampak terlihat beberapa pejabat Pemkot turut dipanggil ke Ruangan Wali Kota Tasikmalaya seperti Kepala Dinas Kesehatan Dr Cecep Zaenal Kholis, Dr Wasisto Dirut RSUD Dr Soekarjo, Tasikmalaya, Adang Mulyana Kadis PUPR, Exd Ajudan Walikota Tasik Galuh Wijaya, Beserta Jamaludin Mantan Sekpri Wali Kota Tasik.

Usai keluar diruangan Wali Kota Tasik para pejabat Bungkam enggan berkomentar apapun. Bahkan situasi pemkot tampak sepi, saat temui Qjabar Sekda Ivan Dicksan hanya berikan jawaban , "haya dalam proses penyidikan" ucap Dia.

Sementara itu Kadis Kesehatan Cecep Zaenal Kholis hanya memberikan komentar terkait dokumen yang dulu.

“terkait dokumen yang dulu”singkat cecep.

Selain menggeledah ruang kerja Wali Kota Tasik. KPK juga menyegel beberapa ruangan Pejabat Tasik diantaranya Ruang Direktur RSUD Dr Soekardjo, Ruang Kadis Kesehatan, Ruang Kadis PUPR beserta Ruangan para Kepala Bidang yang ada di PUPR.

Bahkan Dirut RSUD Dr Soekarjo, Dr Wasisto enggan berikan komentar, saat di temui Qjabar.

Selama 11 jam KPK lakukan penggeledahan, telah bawa beberapa dokumen , dan langsung di bawa KPK kejakarta.
Sementara Wali Kota Tasikmalaya Drs Budi Budiman menjelaskan," itu dalam penyelidikan yang jelas kita koperatif saja, dan kita akan mengikuti proses hukum, barusan hanya beberapa pertanyan terkait dokumen, untuk hasilnya kita ikuti proses hukum saja, "singkat Budi.

Di tempat yang sama Wawali HM Yusuf menambahkan, "kita keruangan pak Wali, hanya meyampaikan pesan saja, dalam kinerja sementara pak Wali akan mengkuti proses hukum, "kalau terkait adanya KPK, kita tidak tau, ya lihat saja dari proses hukum, "ucap HM Yusuf.

Jurnalis.(EK)

Tidak ada komentar