Breaking News

Hijaukan Hutan, KPH Bandung Utara Ajak Siswa SD Menanam Pohon

Bandung Utara - Qjabar.com

Dalam rangka memeriahkan hari jadi Perhutani ke-58, selasa (2/4/2019) sebagai penutup rangkaian acara hari jadi KPH Bandung Utara memberikan bantuan bibit sekaligus mengajak siswa SDN Palintang Jaya utk melaksanakan penanaman bersama yang dilakukan di petak 32a, RPH Ujungberung BKPH Manglayang Barat KPH Bandung Utara.

Bibit pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis. Seperti Rasamala, Puspa, Nangka, Alpukat dan eucalyptus.

Wakil Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Diki HM mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara hari ulang jadi Perhutani ke-58. Sebelumnya telah dilaksanakan sejumlah kegiatan seperti upacara, perlombaan, donor darah, penyerahan santunan dan ditutup dengan pemberian bibit dan penanaman bersama dengan SDN Palintang Jaya.

Penanaman pohon ini sudah jadi agenda rutin bagi kami dan untuk tahun 2019 direncanakan penanaman di wilayah kawasan hutan KPH Bandung Utara seluas 1.000 hektar lebih," katanya, Rabu (3/4/2019).
Diki menjelaskan sesuai arahan Direksi bahwa setiap KPH harus melakukan penyerahan bibit tanaman pohon kepada SD dan KPH Bandung Utara melakukan lebih dengan tidak hanya menyerahkan bibit saja tapi mengajak SDN Palintang Jaya melakukan penanaman bersama.

"Kami melibatkan para siswa SDN Palintang Jaya dengan tujuan agar mereka sebagai generasi penerus bisa mengenal, peduli dan menjaga hutan dan kelestarian lingkungan sejak dini. Moment ini juga digunakan untuk pembelajaran bagi para siswa mengenai fungsi pohon dan hutan bagi kehidupan," terangnya.

"Dijelaskan bagaimana sebatang pohon bisa menghasilkan 1,2 kg oksigen, sementara utk hidup manusia membutuhkan 0,5 kg. Sehingga kalau kita bisa menanam dan memelihara pohon sampai tumbuh berkembang, kita punya andil mensuplai kebutuhan oksigen utk hidup 2 orang manusia," lanjutnya.

Diki menjelaskan SDN Palintang Jaya dipilih karena kampung Palintang memiliki sejarah panjang terkait hutan dan pengelolaan hutan oleh Perhutani. Pasang surut hubungan interaksi termasuk dg adanya perubahan fungsi (rescoring) kawasan hutan dari fungsi produksi menjadi hutan lindung pada tahun 2003.  Alhamdulillah saat ini sdh terbangun harmonisasi dan hubungan yang saling menguntungkan.

"Penanaman dengan melibatkan elemen masyarakat sudah dilakukan berkolaborasi dengan berbagai komunitas seperti komunitas off road, trail, mobil starlet dan lainnya, termasuk dengan para pelajar dan mahasiswa," sebutnya.

Diki berharap dalam moment hari ulang jadi Perhutani ke-58 ini, kedepan Perhutani bisa lebih eksis dan memberi manfaat yg optimal utk kepentingan lingkungan, sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu diharapkan masyarakat juga bisa lebih memahami tugas, peran dan keberadaan Perhutani sebagai pengelola kawasan hutan negara. Sehingga tidak lagi dijadikan sasaran bila terjadi bencana seperti banjir, longsor dan lainnya.

Sementara itu pihak pengajar SDN Palintang Jaya yg diwakiki oleh Iden Kosasih menyambut positif upaya Perhutani KPH Bandung Utara mengajak para siswanya ikut peduli dan melestarikan hutan.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para siswa belajar bagaimana mencintai dan memelihara hutan. Sebab, hutan sendiri mengandung fungsi kehidupan yang banyak baik langsung atau tdk langsung,  untuk sekarang maupun utk masa depan.

"Kami harap para siswa sebagai generasi penerus bisa memahami fungsi hutan. Sehingga, tidak berani merusak atau menebang pohon sembarangan," harapnya.

Ia menuturkan pihaknya bersama para guru yang lain sangat mendukung upaya penanaman pohon ini dan bisa melibatkan para siswa, sehingga kelestarian dan manfaat hutan tetap terjaga.

Jurnalis.(Ajay)

Tidak ada komentar