Breaking News

Pedagang Pasar Sindangkasih Keluhkan Kondisi Atap Bocor

Kab Ciamis - Qjabar.com

Pedagang di Pasar Sindangkasih Kabupaten Ciamis mengeluhkan kondisi atap bangunan bocor. Kondisi tersebut menurut beberapa pedagang sangat mengganggu aktivitas jual beli kalau hujan turun. Bahkan, seringkali barang dagangannya dijual lebih murah karena kondisinya tidak layak jual.

Berdasarkan pantauan awak media Qjabar.com dilokasi Sabtu (16-03-2019) ada beberapa kios yang mengalami kebocoran. Salah satunya kios sayuran dan kelontongan  milik Hj Een. Karena kondisi musim hujan, derasnya air hujan yang mengguyur membuat banyak barang dagangannya basah dan membusuk.
“Kalau hujan deras atap bangunan bocor tapi kalau hujan kecil ngak, kadang sayuran banyak yang busuk,” ujar Hj Een dan ditutup terpal dagangannya.

Menurut pengakuannya, bangunan pasar sudah bocor sejak paska direnovasi,sebelumnya tidak separah ini,dulu sebelum direnovasi bocornya kecil tapi sekarang kok lebih besar bocornya setelah direnovasi,dulu saluran pembuangannya besar kenapa sekarang jadi kecil kata"Hj Een
Harapannya"ingin diperbaiki jangan ada bocor lagi,jangan becek lagi, tolong kepada dinas terkait untuk memperbaiki kios yang bocor
Karena saya sangat dirugikan berjualan ungkapnya
Jaja Ketua pasar HPPS(Himpunan Pedagang Pasar Sindangkasih)  mengungkapkan"sebelum direnovasi pasar ini dulu bocor ya bocor tapi tidak separah sekarang,saya sudah melaporkan beberapa kali ke dinas perdagangan Kabuputen Ciamis bahwa diPasar Sindangkasih ada keluhan pembuangannya saluran kurang gede yang paling ujung,tapi tidak ada tanggapan apalagi ada realisasi untuk memperbaiki,jadi warga pasar yang kiosnya bocor mengeluh ke saya bahkan ada warga pasar yang cemburu sosial masa menghabiskan dana  lebih Rp 700 jutaan untuk biaya perbaikan kios,kok begini "ungkap Jaja Ketua Pasar HPPS

Dikatakan, beberapa pedagang yang kiosnya bocor memilih melakukan perbaikan dengan dana pribadi. Hal itu dilakukan karena beberapa kali mengadu kepada dinas di Ciamis, namun tidak pernah ada tanggapan serius. “Kami sudah beberapa kali mengadu kepada Dinas, tetapi tidak ada tanggapan, "pungkas Jaja

Jurnalis.(HH)

Tidak ada komentar