Breaking News

Oknum RT Dan Petugas Desa Diduga Pungli Atas Pembikinan e-KTP

Kab Pangandaran - Qjabar.com

Dalam proses pembikinan e-KTP dilarang adanya pungutan karena itu program pemerintah yang Gratis,apalagi hanya membagikan e-KTP kepada masyarakat, ketua Rt sudah dikasih insentip oleh pemerintah Kab.Pangandaran apalagi th,2019 sudah dinaikan menjadi Rp.1.700.000/tahun,Ketua Rt seharusnya kinerja nya ditingkatkan,cuma mengantarkan e-KTP kepada masyarakat mungut biaya. Ungkap warga.

Tetapi lain halnya yang terjadi di kampung Cikarang Desa Karang mulya terjadi pungutan yang diduga Pungli, oleh salaseorang oknum RT, tetapi pihak warga dipungut 10.000, 15.000,20.000.alasan nya masyarakat sudah ikhlas memberi uang tersebut, setelah menemui masyarakat yang merasa dirugikan saya tarik kesimpulan sebagai berikut :

1.Pemerintah Desa tidak tegas,seharusnya ketua Rt disuruh untuk mengembalikan uang tersebut kepada masyarakat tdk ada alasan apapun uang harus diterima lagi oleh masyarakat.

2.Masalah ini bukan besar kecilnya pungutan atau ikhlas dan tidak ikhlas tapi ini sudah jelas bertentangan dengan keinginan atau program Bupati bahwa pembuatan KTP gratis,ini sudah jelas adanya Pungli.

3.Bupati Pangandaran menaikan insentif untuk Ketua RT/Ketua RW tujuan nya untuk meningkatkan kinerja ketua RT/Ketua RW, tapi di RT 17 dan 23 desa karangmulya membagikan KTP saja mungut biaya.

Sementara hasil kmpirmasi qjabar.com ke pak kades dan sekdes desa Karangmulya,  mengatakan, "memang betul kejadian nya seperti itu.  Dan sya sudah memanggil RT yang berkaitan supaya uang itu di kembalikan kepada  masyarakat, "tutur kades dan sekdes desa karangmulya.

Selain itu kades beserta sekdes desa  karangmulya pun mengumpulkan warga yang telah memberikan uang KTP se wilayahnya,  warga pun ikhlas memberikan uang tersebut kepada RT, " jelas sekdes dan kades karangmulya saat di pinta keterangan di ruang kerjanya.

Saat di kompirmasi beberapa warga lagi i pada hari Minggu kemarin 17 maret 2019,  dan beberapa warga tersebut yang enggan di sebut nama nya pun menambahkan, "seharus nya kami tidak di kumpul kan oleh stap desa. Sharus nya stap desa jangan banyak basa basi, karna kami tau program pembuatan KTP itu gratis.

Harus nya uang kami di kembalikan langsung. Bukan hanya brtanya ikhlas engga nya. Ya tentu nya kami karna merasa takut sama stap desa,kami bilang ikhlas.

Begitu juga masyarakat saat di temui Qjabar.com, pada hari jum'at 15 maret 2019,  mengatakan bahwa kami membrikan uang se wilasa nya tersebut karna RT  lah yg menyaran kan suruh kasih berapa saja se ikhlas nya buat bop desa, "Singkat Dia.

Jurnalis. (TIM)

Tidak ada komentar