Breaking News

Lomba Kesenian Tradisional Untuk Wisata Rawa Binong 2019

Bekasi - Qjabar.com

Lomba Kesenian tradisional untuk Rawa Binong 2019 sepakat digelar pasca Pemilu serentak 17 April 2019. Kegiatan bertemakan “Keagungan” ini digelar dalam rangka mengembangkan kesenian tradisional Kabupaten Bekasi dan sekaligus ajang promosi objek wisata Rawabinong yang tengah dikembangkan Badan Usaha Milik Desa Hegarmukti Lestari.

Salah satu penggagas lomba, Asam Somantri, S.Pd mengatakan bahwa lomba seni tradisi ini merupakan langkah nyata untuk menjaga kesenian tradisional tetap lestari sepanjang masa.

Asam Somantri (ketiga dari kiri) bersama direktur BUMDES Abdul Hay, ketua Komisi C DPRD Kab. Bekasi Mulyana, kasi destinasi wisata Dinas Pariwisata Nunung, Kepala Desa Hegarmukti Ajo Subarjo dan perangkat Desa.
“Selain untuk melestarikan tradisi dan budaya, melalui lomba ini diharapkan mampu mengembangkan kreativitas dan ekspresi dari generasi muda dalam berkesenian,” jelas Pemilik sanggar seni Cahaya Gumelar, usai rapat kepanitiaan, Senin (18/03/2019).

Dia menjelaskan, ada 5 kesenian tradisional yang akan dilombakan. Yakni, lomba Kaulinan Budak Lembur, Pembacaan Pupuh Sunda, Ibing Pencug, Tari Kreasi dan Gending Sekar.

“Khusus Gending Sekar akan dipilih 4 terbaik, yaitu kategori Juri Kawih terbaik, Juru Kendang terbaik, Juru Kecapi terbaik dan Pemain Suling terbaik,” ungkapnya.

Asam optimis, lomba yang rencananya digelar saat grand final Minggu, 28 April 2019 dapat memancing kehadiran ratusan wisatawan, seniman dan masyarakat umum.

“Saat grand final, kita akan menampilkan 3 peserta Gending Sekar terbaik yang akan berkolaborasi dengan musisi band,” ucapnya.

“Pokoknya meriah lah dan ada nuansa religius karena kita adakan jelang bulan suci Ramadhan”.

Tidak main-main dengan ucapannya, Asam Somantri secara khusus mengundang kehadiran guru besar dari ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Kota Bandung sebagai tim perumus acara dan selaku dewan juri.

Secara terpisah, Direktur BUMDES Hegarmukti Lestari, Abdul Hay, S.Ag., MM menyebutkan kegiatan lomba seni tradisional termasuk bagian dari agenda pengembangan destinasi Wisata Rawabinong untuk menjadikan Hegarmukti sebagai Desa Wisata unggulan di Kabupaten Bekasi.

“Kang Asam bagian dari BUMDES selaku ketua bidang Pariwisata dan kita support penuh konsepnya untuk Rawabinong,” terang Abdul Hay.

Dia semakin optimis lantaran konsep lomba tersebut juga dibantu peraih Bekasi Award kategori The Best Event Organizer, Doni Ardon dari Gubernur Provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Doni Ardon (mengenakan kemeja hitam)
“Kang Doni Ardon juga merupakan pengurus BUMDES Hegarmukti Lestari, jadi klop lah event nya Insya Allah target tercapai”.

Dia menambahkan, selain piawai gelar event, dalam kapasitasnya sebagai ketua perkumpulan pengusaha Media Online Indonesia di Kabupaten Bekasi, Doni Ardon dipastikan akan memboomingkan kegiatan lomba Seni Tradisional untuk Rawabinong sehingga menjadi viral dan menarik perhatian masyarakat.

Untuk itu, Abdul Hay meminta panitia dan khususnya para pentolan Sanggar Seni Cahaya Gumelar agar serius dalam perencanaan dan persiapannya.

“Meski terkesan cepat dan waktunya mepet, tapi dengan skill dan keseriusan panitia, saya yakin event ini dapat terselenggara dengan sukses,” jelas Abdul Hay.

(EK)

Tidak ada komentar