Breaking News

Stiker Merah Jadi Tanda Bahaya Bagi Rumah Yang Di Tempeli

Jakarta Barat - Qjabar.com

Menindak lanjuti laporan dari para juru jumantik yang bertugas di lapangan khususnya di  wilayah lingkungan Rt 009 Rw 003 Kelurahan Sukabumi Selatan yang melaporkan bahwa salah satu warganya terjangkit virus DBD, maka hari ini Minggu 24/02/19 Jajaran pengurus Rt dan warga melakukan kegiatan kebersihan lingkungan yang di hadiri langsung oleh Lurah Sukabumi Selatan Ibu Hj. Mayanti Aziz.

Disamping perlunya menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkangan masing-masing beliau juga berpesan bahwa pentingnya menjaga kebersihan di rumah dan tempat tinggal serta kamar mandi, karena menerut beliau bahwa perkembangan virus atau nyamuk pembawa penyakit DBD itu terjadi di lingkungan yang bersih dan bukan pada tempat tempat yang kotor. “Nyamuk Aedes aegypti itu berkembang pada tempat yang bersih seperti kolam air dan baju yang tergantung lebih dari 3 hari”. Terangnya.

Peran serta para ibu-ibu juru jumantik juga sangat penting dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk di wilayang masing-masing, selanjutnya dari hasil temuan PSN tersebut bisa di laporkan ke instansi terkait dalam hal ini kelurahan.

“Kita melakukan PSN dengan cara atau sistem pengasapan di lakukan hanya bila mana sudah terjadi atau ada wraga kami yang sudah positif kena DBD, karena dengan sistem fogging itu hanya untuk mematikan nyamuk yg sudah hidup dan dewasa saat itu juga, "Lanjut Ibu Lurah.

Masih menurut ibu lurah selanjutnya PSN di lakukan oleh para juru jumantik dan kita sendiri dengan cara 3M atau Mengubur barang bekas Menguras Bak Mandi atau Tempat penampungan air serta Menutup Tempat-tempat yang bisa menampung air.

Bila mana di suatu wilayah Rt terdapat rumah yang positif terkena DBD atau terdapat jentik-jentik nyamuk, maka petugas akan menempelkan stiker warna merah yang menandakan bahwa rumah tersebut dalam pengawasan jumantik, "imbuhnya.

Kelurahan Sukabumi Selatan dalam hal ini di sampaikan langsung kepada warga yang hadir di acara kerja bakti oleh Ibu Mayanti Aziz pun berharap agar adanya peran serta dari masyarakat khusunya di Rt 009 Rw 003 untuk memberantas DBD. Pasalnya, dalam peraturan Daerah ( perda ) DKI Jakarta Nomer 6 Tahun 2007, Tentang Pengendalian Penyakit DBD, warga bisa dikenakan denda Rp 50 juta jika terdapat jentik nyamuk DBD di tempat tinggalnya, "Terang Beliau.




Jurnalis.(Maskuri)

Tidak ada komentar