Breaking News

72 Keluarga Penerima Manfaat PKH Mengundurkan Diri

Kab Tasikmalaya - Qjabar.com

Pada tahun 2019 bantuan social program keluarga harapan sudah menyasar 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan harapan terus menggerus angka kemiskinan di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan sebanyak 7,93 persen (KPM) peserta Program Keluarga Harapan dapat tergraduasi atau naik level menjadi keluarga yang lebih sejahtera.

Koordinator PPKH Kabupaten Tasikmalaya Hermin Indragunawan menyambut baik target yang dicanakan oleh kementrian social. “ini menjadi tantangan kita bersama sebagai SDM PKH untuk dapat mendorong para peserta PKH menjadi lebih mandiri dan sejahtera” tuturnya.

Dalam rangka merespon target graduasi dari pemerintah pusat tersebut, pada periode januari-fabruari 2019 para pendamping social PKH di kabupaten tasikmalaya berhasil menggraduasi peserta PKH 72 keluarga penerima manfaat.

Erna Herniawati usia (38) adalah salah satu KPM graduasi Mandiri dari kecamatan Bantarkalong, Tasikmalaya. Ibu 4 orang anak ini mengakui bahwa pada awal masuk PKH di tahun 2016 adalah seorang ibu rumah tangga biasa.

Tapi seiring dengan pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh para pendamping social PKH ia menjelma menjadi seorang ibu rumah tangga yang punya wirausaha. “awalnya saya gunakan uang bantuan PKH itu hanya untuk kebutuhan Pendidikan anak, tapi seiring berjalan waktu saya sisihkan pula bantuan tersebut untuk modal jualan pakaian, "ungkap Erna ketika ditanya latarbelakang bisnis pakaiannya.

Dengan adanya penghasilan dari jualan pakaian tersebut Erna (38) dengan tulus hati keluar dari kepesertaan PKH karena sudah merasa cukup dengan kondisi perekonomian keluarganya sekarang. Ia pun meminta di do’akan agar usahanya terus berkembang.

“minta do’anya dari semua agar keluarga saya selalu diberikan rizki yang barokah dari usaha jualan ini” kata Erna.
“72 KPM Graduasi Mandiri adalah sebuah pencapaian yang cukup bagus untuk para pendamping social PKH Kab. Tasikmalaya di awal tahun 2019” kata Zamzam (Kordinator PKH Wilayah Jabar II).

Banyaknya graduasi ini diakui oleh Kordinator PKH Wilayah Jabar II Zamzam Timur Alfian merupakan sebuah cerminan bahwa model kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh oleh pendamping melalui pertemuan peningkatan keluarga (P2K2) sudah tepat, sehingga mampu memotivasi dan memberdayakan keluarga penerima PKH agar tidak ketergantungan terhadap bantuan sosial.
“Mudah-mudah2an capaian ini bisa menular ke para pendamping sosial PKH lainnya untuk terus menunjukan kinerja terbaiknya”. Tutup Zamzam.

Sumber(Peksos SPV PPKH Tasikmalaya)

Tidak ada komentar