Breaking News

Siapa H. Achmad Gunawan, S.H., M.H.?

Kota Cimahi - Qjabar.com

Di tahun politik dan ditengah kehidupan masyarakat yang  semakin banyak gonjang-ganjing, mari kita berbuat yang terbaik. Setidaknya berbuat yang terbaik saat memilih para calon legislatif di semua tingkatan. Mulai dari DPRD Kab/kota, DPRD Provinsi dan DPR RI harus memilih yang kita kenal dan bukan tipe pengkhianat.

Mari kita pilih para wakil rakyat yang berasal dari rakyat, hidup bersama rakyat dan menghidupi rakyat. Bukan berasal dari darah biru, hidup terpisah dari rakyat dan menghidupi para pejabat yang jauh dari rakyat. Pemimpin yang merakyat, berdarah rakyat, berasal dari rakyat biasa dan mencintai rakyat harus kita dukung.

Saya mengenal sosok H. Achmad Gunawan, S.H., M.H.  sudah puluhan tahun yang lalu. Tulisan ini sedikit saya berikan  sebagai “testimoni politik” bagi siapapun yang membacanya.  H. Achamd Gunawan adalah pribadi sederhana yang lahir dari “penderitaan” sebagai rakyat biasa. Ia adalah sosok yang mengalami hidup sebagai rakyat biasa.

Sedikit kisah H. Achmad Gunawan tempo dulu. Sejak Ia keluar SMA keluarganya tak mampu membiayai untuk kuliah ke perguruan tinggi. Padahal Achmad Gunawan muda adalah  bagian dari siswa terbaik di sekolahnya. Ia tidak menyerah oleh keadaan. Ia pamit pada kedua orangtua dan keluarga besarnya untuk bekerja di Jakarta. Ia sempat menjadi kuli panggul di Tanjung Priuk.

Selepas dari Jakarta Achmad Gunawan muda ditawari kerja di Kota Bandung. Ia bekerja pada perusahaan angkutan. Ia pekerja yang ulet dan tekun. Dari mulai bekerja sebagai kuli panggul di perusahaan angkutan sampai akhirnya menjadi mandor. Ia mengatur semua kendaraan angkutan. Ia orang cerdas. Ia sangat hapal  semua nomor kendaraan yang menjadi tanggung jawabnya, plus nama-nama sopirnya.

Bahkan Achmad Gunawan muda sangat mengenali suara truk dari kejauhan dan siapa sopirnya sebelum masuk gudang. Achmad Gunawan sosok yang peka terhadap keadaan dan situasi dimana Ia bekerja. Ia tipe pekerja yang ulet dan sungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu.

Sebagai pribadi yang pembelajar Achmad Gunawan muda saat bekerja menyempatkan kursus jurnalistik. Berbagai kekeliruan, kongkalingkong dan penegakan hukum yang buruk saat Achmad Gunawan menjadi pengurus angkutan membuatnya resah. Ia putuskan untuk menjadi wartawan. Ingin ikut memperbaiki negeri melalui pemberitaan media, melawan setiap ketidakbaikan melalui media.

Akhirnya Ia menjadi wartawan di Galamedia. Ilmu pengetahuannnya melejit dengan baik saat menjadi wartawan. Berbagai relasi dari mulai Kota Bandung sampai ibukota Jakarta Ia kenali. Berbagai berita luar biasa Ia ungkap. Jadilah sosok Achmad Gunawan yang sangat mengetahui dinamika tentang masyarakat karena kesana-kemari mencari berita. Ia sangat mengetahui tentang  kehidupan mayarakat tertutama saat jadi wartawan.

Tidak puas menjadi wartawan Achmad Gunawan berniat mengembangkan usaha. Siapapun yang menjadi wartawan menurut Achmad Gunawan telah menjadi pribadi yang gesit, pintar dan berani membangun relasi dengan semua level. Namun bagi dirinya, kesejahteraan keluarga hanya bisa dibangun dengan usaha mandiri. Mencari berita bisa melalui profesi wartawan. Mencari uang harus dengan usaha mandiri bukan sebagai wartawan.

Achamad Gunawan memulai berbagai usaha. Ia adalah pembelajar. Mulai usaha jualan krupuk, usaha jualan kelapa, usaha jualan es krim, katering dan alat pesta. Achmad Gunawan akhirnya meninggalkan dunia wartawannya dan “menetap” sebagai pengusaha es krim dan es hias (carving). Melayani kepentingan masyarakat bidang jasa pesta, termasuk alat-alat pesta dan catering. Berbagai masyarakt mendapat kemudahan dan bantuan terkait hajatan-hatajan keluarga dan kantoran.

Sebagai manusia pembelajar dan pejuang rakyat, Achamd Gunawan berniat menjadi politisi. Hal ini Ia lakukan demi keadaan masyarakat yang masih ada masalah dalam layanan pemerintahan khususnya di Kota Cimahi. Ia bermimpi memperbaiki Kota Cimahi tidak hanya dari bidang ekonomi dengan usaha yang Ia jalani. Melainkan melalui terjun langsung di meja politik. Agar kebijakan pemerintah Kota Cimahi berpihak pada masyarakat.

Karena Allah meridhoi, mulai dari menjadi anggota, pengurus pc, ketua PC dn akhirnya menjadi calon legislatif.  Achmad Gunawan akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD Kota Cimahi. Ia menjadi anggota DPRD Kota Cimahi. Ia menjadi pelayan rakyat di legislatif. Sosok Achmad Gunawan adalah sosok rakyat biasa yang menjadi “pejabat” di DPRD Kota Cimahi. Walaupun Ia menjadi politisi dan legislator namun dirinya tetap merakyat dan sederhana.

Karena kinerja, kesetiaan dan keberpihakan pada rakyat dan masyarakat Ia selalu terpilih dengan suara signifikan. Ia selalu mendapat suara gemuk dibanding suara caleg lainnya. Berbekal keberpihakn kepada tuntutan masyarakat dan dekat dengan masyarakat Achmad Gunawan selalu unggul dalam pemilihan suara. Kini achmad Gunawan  dipercaya sebagai Ketua DPRD Kota Cimahi dari partai PDI P. Baginya semua partai sama, sebagai kendaraan perjuangan.

Mungkin karena rasa rakyat, dekat dengan rakyat dan Ia memilih PDI P sebagai partai perjuangannya. Marhaenis, humanis dan dekat dengan rakyat adalah sebuah kepuasan bathin bagi sosok Achmad Gunawan.  Sebenarnya bagi dirinya jabatan hanyalah amanah. Hal yang membuatnya tertarik adalah membela rakyat dengan jabatan yang diemban. Ia menjadikan jabatan sebagai posisi untuk melayani rakyat.

Sumber: Ukeu Amir jaya.
Jurnalis.(Sutoyo)

1 komentar: